Ahu Online: Cara Daftar Nama Komunitas di DITJEN AHU ONLINE

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) resmikan service Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) On-line. Service ini yaitu layanan layanan hukum pada orang-orang, lembaga, atau lembaga melalui jaringan internet yang di pastikan bebas pungutan liar (pungli). Pastinya peresmian AHU online ini memprioritaskan service yang profesional, cepat, pas, efektif, murah dan yang paling perlu bisa meghindari pungli dalam mengurusi layanan hukum. 

Service layanan hukum dengan on-line Ditjen AHU pastinya memberikan keringanan untuk pemohonnya dan para notaris dan mereka yang bekerja di bagian hukum. Karena service seperti pendaftaran jaminan fidusia, pemesanan nama PT, pengesahan pendirian yayasan, pendaftaran wasiat dan yang lain bisa diurus dengan mudah dan efektif melalui layanan on-line. Tetapi, meskipun pengurusan tersebut dilakukan dengan on-line, bukanlah bermakna tak memerhatikan beberapa segi hukum pada layanan dan keamanan atas produk layanan hukum yang didapatkan. 

Konsekwensi dalam layanan on-line ini jika info yang disampaikan dalam format isian aplikasi tidak benar atau bertentangan dengan ketetapan peraturan perundang-undangan, bisa menyebabkan pada sangsi perdata, pidana atau administratif. Untuk orang-orang yang akan menggunakan layanan Ditjen AHU on-line ini bisa terhubung di situs ahu. situs. id. Dalam situs itu diberi beberapa ruangan aplikasi sebagian type layanan layanan hukum, seperti tentang perseroan terbatas, yayasan dan perkumpulan dan pengangkatan notaris. Dan seutuhnya layanan layanan hukum dilakukan dengan system elektronik.

Dan bila anda mau melakukan pendaftaran nama komunitas di DITJEN AHU ONLINE silahkan ikuti petunjuknya dibawah ini :
  • Langkah pertama buka browser kamu terus ketik alamat url https://www.ahu.go.id/


  • Langkah kedua KLIK DAHULU LAYAR BERWARNA HITAM untuk menghilangkan pop-up lalu cari ikon/menu perkumpulan atau komunitas dan klik untuk registrasi nama perkumpulan anda



  • Maka akan tampil seperti gambar berikut, jika anda notaris maka pilih pesan dengan notaris dan jika anda masyarakat umum maka pilih pesan nama oleh umum. Ketentuan dan keterkaitan mengenai umum dan notaris dapat anda cari keterangannya di laman DITJEN AHU, tentu saja pesan oleh notaris memiliki keunggulan dari pada oleh umum (baca dilaman resmi laman AHU). Kita coba pesan nama oleh umum.


  • Jika sudah maka akan tampil seperti gambar berikut, masukan nama dan singkatan nama perkumpulan anda.


  • Jika nama perkumpulan dan singkatan anda belum ada yang memesan maka bisa anda pesan.


  • Jika sudah benar nama dan singkatan yang diinginkan, maka centang semua dan klik setuju.


  • Lengkapi data anda dan klik pesan sekarang. Buka email anda dan konfirmasi pesanan anda, nama pesanan komunitas berlaku sekitar 2-3 bulan.


Jumlah Provinsi di Indonesia Dari Tahun 1945 Sampai Saat ini

Menjadi negara kepulauan yang bentangan teritorialnya begitu luas, di Tanah air terdiri dari lebih dari satu propinsi. Di pulau-pulau jumbo seperti Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, serta Pulau Irian (Papua), ada banyak propinsi dalam satu pulau. Ada pula sebagian propinsi yang terbagi dalam sebagian pulau-pulau yang lebih kecil umpamanya Propinsi Kepulauan Riau, Propinsi Bangka Belitung, Propinsi Nusa Tenggara Barat, Propinsi Nusa Tenggara Timur, Propinsi Maluku, Propinsi Maluku Utara dan sebagainya.

Jumlah Provinsi di Indonesia

Jumlah provinsi di Indonesia senantiasa alami perubahan. Kondisi ini dipicu oleh kondisi sosial ekonomi, geografi serta momen politik yang melatarbelakanginya. Keadaan sosial ekonomi yang berkembang, mendorong terjadinya pemekaran lokasi. Kondisi geografi seperti luas lokasi ataupun lokasi yang bersebelahan segera dengan negara tetangga juga ikut jadi aspek pertimbangan. Ada sekali lagi momen politik seperti jajak pendapat atau referendum.

Jumlah Provinsi di Indonesia saat ini mencapai 35 Provinsi yang terbagi dalam beberapa pulau.


Tahun 1945 (Awal Kemerdekaan) 

Jumlah Provinsi : 8

1. Sumatra
2. Jawa Barat
3. Jawa Tengah
4. Jawa Timur
5. Borneo
6. Sulawesi
7. Sunda Kecil
8. Maluku

Pada tahun 1950 jumlah provinsi di Indonesia kembali bertambah 3 provinsi diantaranya :

Jumlah Provinsi : 11

1. Sumatra Utara (pemekaran dari Provinsi Sumatra)
2. Sumatra Tengah (pemekaran dari Provinsi Sumatra)
3. Sumatra Selatan (pemekaran dari Provinsi Sumatra)
4. Jawa Barat
5. Jawa Tengah
6. D.I Yogyakarta (pemekaran dari Provinsi Jawa Tengah)
7. Jawa Timur
8. Kalimantan (penggantian nomenklatur Provinsi Borneo)
9. Sulawesi Utara dan Tengah (penggantian nomenklatur Provinsi Sulawesi)
10. Sunda Kecil
11. Maluku

Pada tahun 1956 jumlah provinsi di Indonesia kembali bertambah 4 provinsi yakni D.I Aceh, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Timur, Selatan :

Jumlah Provinsi: 15

1. D.I Aceh (pemekaran dari Provinsi Sumatra Utara)
2. Sumatra Utara
3. Sumatra Tengah
4. Sumatra Selatan
5. DKI Jakarta (pemekaran dari Provinsi Jawa Barat)
6. Jawa Barat
7. Jawa Tengah
8. D.I Yogyakarta
9. Jawa Timur
10. Kalimantan Barat (pemekaran dari Provinsi Kalimantan)
11. Kalimantan Timur (pemekaran dari Provinsi Kalimantan)
12. Kalimantan Selatan (pemekaran dari Provinsi Kalimantan)
13. Sulawesi Utara dan Tengah
14. Sunda Kecil
15. Maluku

Pada tahun 1957 jumlah provinsi di Indonesia kembali bertambah 2 provinsi yakni Riau, Sumatra Selatan :

Jumlah Provinsi: 17

1. D.I Aceh
2. Sumatra Utara
3. Sumatra Barat (pemekaran dari Provinsi Sumatra Tengah)
4. Riau (pemekaran dari Provinsi Sumatra Tengah)
5. Sumatra Selatan
6. DKI Jakarta
7. Jawa Barat
8. Jawa Tengah
9. D.I Yogyakarta
10. Jawa Timur
11. Kalimantan Barat
12. Kalimantan Timur
13. Kalimantan Selatan
14. Kalimantan Tengah (pemekaran dari Provinsi Kalimantan Selatan)
15. Sulawesi Utara dan Tengah
16. Sunda Kecil
17. Maluku

Pada tahun 1958 jumlah provinsi di Indonesia kembali bertambah 3 provinsi yakni Bali, NTT, NTB :

Jumlah Provinsi: 20

1. D.I Aceh
2. Sumatra Utara
3. Sumatra Barat
4. Riau
5. Jambi (pemekaran dari Provinsi Riau)
6. Sumatra Selatan
7. DKI Jakarta
8. Jawa Barat
9. Jawa Tengah
10. D.I Yogyakarta
11. Jawa Timur
12. Kalimantan Barat
13. Kalimantan Timur
14. Kalimantan Selatan
15. Kalimantan Tengah
16. Sulawesi Utara dan Tengah
17. Bali (pemekaran dari Provinsi Sunda Kecil)
18. NTB (pemekaran dari Provinsi Sunda Kecil)
19. NTT  (pemekaran dari Provinsi Sunda Kecil)
20. Maluku

Pada tahun 1960 jumlah provinsi di Indonesia kembali bertambah 1 provinsi yakni Sulawesi Selatan dan Tenggara :

Jumlah Provinsi: 21

1. D.I Aceh
2. Sumatra Utara
3. Sumatra Barat
4. Riau
5. Jambi
6. Sumatra Selatan
7. DKI Jakarta
8. Jawa Barat
9. Jawa Tengah
10. D.I Yogyakarta
11. Jawa Timur
12. Kalimantan Barat
13. Kalimantan Timur
14. Kalimantan Selatan
15. Kalimantan Tengah
16. Sulawesi Utara dan Tengah
17. Sulawesi Selatan dan Tenggara (pemekaran dari Provinsi Sulawesi Utara dan Tengah)
18. Bali
19. NTB
20. NTT
21. Maluku

Pada tahun 1964 jumlah provinsi di Indonesia kembali bertambah 3 provinsi yakni Lampung, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah :

Jumlah Provinsi: 24

1. D.I Aceh
2. Sumatra Utara
3. Sumatra Barat
4. Riau
5. Jambi
6. Sumatra Selatan
7. Lampung (pemekaran dari Provinsi Sumatra Selatan)
8. DKI Jakarta
9. Jawa Barat
10. Jawa Tengah
11. D.I Yogyakarta
12. Jawa Timur
13. Kalimantan Barat
14. Kalimantan Timur
15. Kalimantan Selatan
16. Kalimantan Tengah
17. Sulawesi Utara (pemekaran dari Provinsi Sulawesi Utara dan Tengah)
18. Sulawesi Tengah (pemekaran dari Provinsi Sulawesi Utara dan Tengah)
19. Sulawesi Selatan (pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara)
20  Sulawesi Tenggara (pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara)
21. Bali
22. NTB
23. NTT
24. Maluku

Pada tahun 1967 jumlah provinsi di Indonesia kembali bertambah 1 provinsi yakni Bengkulu :

Jumlah Provinsi: 25

1. D.I Aceh
2. Sumatra Utara
3. Sumatra Barat
4. Riau
5. Jambi
6. Sumatra Selatan
7. Bengkulu (pemekaran dari Provinsi Sumatra Selatan)
8. Lampung
9. DKI Jakarta
10. Jawa Barat
11. Jawa Tengah
12. D.I Yogyakarta
13. Jawa Timur
14. Kalimantan Barat
15. Kalimantan Timur
16. Kalimantan Selatan
17. Kalimantan Tengah
18. Sulawesi Utara
19. Sulawesi Tengah
20. Sulawesi Selatan
21  Sulawesi Tenggara
22. Bali
23. NTB
24. NTT
25. Maluku

Pada tahun 1969 jumlah provinsi di Indonesia kembali bertambah 1 provinsi yakni Irian Barat :

Jumlah Provinsi: 26

1. D.I Aceh
2. Sumatra Utara
3. Sumatra Barat
4. Riau
5. Jambi
6. Sumatra Selatan
7. Bengkulu
8. Lampung
9. DKI Jakarta
10. Jawa Barat
11. Jawa Tengah
12. D.I Yogyakarta
13. Jawa Timur
14. Kalimantan Barat
15. Kalimantan Timur
16. Kalimantan Selatan
17. Kalimantan Tengah
18. Sulawesi Utara
19. Sulawesi Tengah
20. Sulawesi Selatan
21  Sulawesi Tenggara
22. Bali
23. NTB
24. NTT
25. Maluku
26. Irian Barat (pemekaran dari Provinsi Maluku)

Pada tahun 1976 jumlah provinsi di Indonesia kembali bertambah 1 provinsi yakni Timor Timur :

Jumlah Provinsi: 27

1. D.I Aceh
2. Sumatra Utara
3. Sumatra Barat
4. Riau
5. Jambi
6. Sumatra Selatan
7. Bengkulu
8. Lampung
9. DKI Jakarta
10. Jawa Barat
11. Jawa Tengah
12. D.I Yogyakarta
13. Jawa Timur
14. Kalimantan Barat
15. Kalimantan Timur
16. Kalimantan Selatan
17. Kalimantan Tengah
18. Sulawesi Utara
19. Sulawesi Tengah
20. Sulawesi Selatan
21  Sulawesi Tenggara
22. Bali
23. NTB
24. NTT
25. Timor Timur (pemekaran dari Provinsi NTT)
26. Maluku
27. Irian Jaya (penggantian nomenklatur Provinsi Irian Barat)

Pada tahun 1999 jumlah provinsi di Indonesia kembali bertambah 2 provinsi yakni Papua Barat, Maluku Utara :

Jumlah Provinsi: 28

1. Nangroe Aceh Darussalam (penggantian nomenklatur Provinsi D.I Aceh)
2. Sumatra Utara
3. Sumatra Barat
4. Riau
5. Jambi
6. Sumatra Selatan
7. Bengkulu
8. Lampung
9. DKI Jakarta
10. Jawa Barat
11. Jawa Tengah
12. D.I Yogyakarta
13. Jawa Timur
14. Kalimantan Barat
15. Kalimantan Timur
16. Kalimantan Selatan
17. Kalimantan Tengah
18. Sulawesi Utara
19. Sulawesi Tengah
20. Sulawesi Selatan
21  Sulawesi Tenggara
22. Bali
23. NTB
24. NTT
25. Maluku
26. Maluku Utara (pemekaran dari Provinsi Maluku)
27. Papua (penggantian nomenklatur Provinsi Irian Jaya)
28. Papua Barat (pemekaran dari Provinsi  Irian Jaya)

Catatan: Timor Timur lepas dari NKRI setelah melalui proses jajak pendapat/refrendum)

Pada tahun 2000 jumlah provinsi di Indonesia kembali bertambah 3 provinsi yakni Bangka Belitung, Banten, dan Gorontalo :

Jumlah Provinsi:31

1. Nangroe Aceh Darussalam
2. Sumatra Utara
3. Sumatra Barat
4. Riau
5. Jambi
6. Sumatra Selatan
7. Bangka Belitung (pemekaran dari Provinsi Sumatera Selatan)
8. Bengkulu
9. Lampung
10. DKI Jakarta
11. Jawa Barat
12. Banten (pemekaran dari Provinsi Jawa Barat)
13. Jawa Tengah
14. D.I Yogyakarta
15. Jawa Timur
16. Kalimantan Barat
17. Kalimantan Timur
18. Kalimantan Selatan
19. Kalimantan Tengah
20. Sulawesi Utara
21. Gorontalo (pemekaran dari Provinsi Sulawesi Utara)
22. Sulawesi Tengah
23. Sulawesi Selatan
24  Sulawesi Tenggara
25. Bali
26. NTB
27. NTT
28. Maluku
29. Maluku Utara
30. Papua
31. Papua Barat

Pada tahun 2002 jumlah provinsi di Indonesia kembali bertambah 1 provinsi yakni Kepulauan Riau :

Jumlah Provinsi: 32

1. Nangroe Aceh Darussalam
2. Sumatra Utara
3. Sumatra Barat
4. Riau
5. Kepulauan Riau (pemekaran dari Provinsi Riau)
6. Jambi
7. Sumatra Selatan
8. Bangka Belitung
9. Bengkulu
10. Lampung
11. DKI Jakarta
12. Jawa Barat
13. Banten
14. Jawa Tengah
15. D.I Yogyakarta
16. Jawa Timur
17. Kalimantan Barat
18. Kalimantan Timur
19. Kalimantan Selatan
20. Kalimantan Tengah
21. Sulawesi Utara
22. Gorontalo
23. Sulawesi Tengah
24. Sulawesi Selatan
25  Sulawesi Tenggara
26. Bali
27. NTB
28. NTT
29. Maluku
30. Maluku Utara
31. Papua
32. Papua Barat

Pada tahun 2004 jumlah provinsi di Indonesia kembali bertambah 1 provinsi yakni Sulawesi Barat :

Jumlah Provinsi: 33

1. Nangroe Aceh Darussalam
2. Sumatra Utara
3. Sumatra Barat
4. Riau
5. Kepulauan Riau
6. Jambi
7. Sumatra Selatan
8. Bangka Belitung
9. Bengkulu
10. Lampung
11. DKI Jakarta
12. Jawa Barat
13. Banten
14. Jawa Tengah
15. D.I Yogyakarta
16. Jawa Timur
17. Kalimantan Barat
18. Kalimantan Timur
19. Kalimantan Selatan
20. Kalimantan Tengah
21. Sulawesi Utara
22. Gorontalo
23. Sulawesi Tengah
24. Sulawesi Selatan
25. Sulawesi Barat (pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan)
26  Sulawesi Tenggara
27. Bali
28. NTB
29. NTT
30. Maluku
31. Maluku Utara
32. Papua
33. Papua Barat

Pada tahun 2009 jumlah provinsi di Indonesia masih tetap sebanyak 33, hanya saja salah satu provinsi di sumatera mengalami perubahan nama yakni Aceh :

Jumlah Provinsi: 33

1. Aceh (penggantian nomenklatur dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam)
2. Sumatra Utara
3. Sumatra Barat
4. Riau
5. Kepulauan Riau
6. Jambi
7. Sumatra Selatan
8. Bangka Belitung
9. Bengkulu
10. Lampung
11. DKI Jakarta
12. Jawa Barat
13. Banten
14. Jawa Tengah
15. D.I Yogyakarta
16. Jawa Timur
17. Kalimantan Barat
18. Kalimantan Timur
19. Kalimantan Selatan
20. Kalimantan Tengah
21. Sulawesi Utara
22. Gorontalo
23. Sulawesi Tengah
24. Sulawesi Selatan
25. Sulawesi Barat
26  Sulawesi Tenggara
27. Bali
28. NTB
29. NTT
30. Maluku
31. Maluku Utara
32. Papua
33. Papua Barat

Pada tahun 2012 jumlah provinsi di Indonesia kembali bertambah 1 provinsi yakni Kalimantan Utara :

Jumlah Provinsi: 34

1. Aceh
2. Sumatra Utara
3. Sumatra Barat
4. Riau
5. Kepulauan Riau
6. Jambi
7. Sumatra Selatan
8. Bangka Belitung
9. Bengkulu
10. Lampung
11. DKI Jakarta
12. Jawa Barat
13. Banten
14. Jawa Tengah
15. D.I Yogyakarta
16. Jawa Timur
17. Kalimantan Barat
18. Kalimantan Timur
19. Kalimantan Utara (pemekaran dari Provinsi Kalimantan Timur)
20. Kalimantan Selatan
21. Kalimantan Tengah
22. Sulawesi Utara
23. Gorontalo
24. Sulawesi Tengah
25. Sulawesi Selatan
26. Sulawesi Barat
27  Sulawesi Tenggara
28. Bali
29. NTB
30. NTT
31. Maluku
32. Maluku Utara
33. Papua
34. Papua Barat

Nah pada tahun 2018 ini jumlah provinsi di Indonesia bertambah 1 provinsi dan berikut ini daftar 35 provinsi yang ada di Indonesia, beserta ibukotanya :

  • Provinsi-provinsi di Pulau Sumatera dan sekitarnya

Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, ibukotanya di Banda Aceh
Provinsi Sumatera Barat, ibukotanya di Padang
Provinsi Sumatera Utara, ibukotanya di Medan
Provinsi Kepulauan Riau, ibukotanya di Tanjung Pinang
Provinsi Riau (Daratan), ibukotanya di Pekanbaru
Provinsi Jambi, ibukotanya di Jambi
Provinsi Sumatera Selatan, ibukotanya di Palembang
Provinsi Bangka Belitung, ibukotanya di Pangkal Pinang
Provinsi Bengkulu, ibukotanya di Bengkulu
Provinsi Lampung, ibukotanya di Bandar Lampung

  • Provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan sekitarnya

Provinsi DKI Jakarta, ibukotanya di Jakarta.
Provinsi Jawa Barat, ibukotanya di Bandung
Provinsi Jawa Tengah, ibukotanya di Semarang
Provinsi Jawa Timur, ibukotanya di Surabaya
Provinsi Banten, ibukotanya di Serang
Provinsi DI Yogyakarta, ibukotanya di Yogyakarta

  • Provinsi-provinsi di Pulau Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara

Provinsi Bali, ibukotanya, di Denpasar
Provinsi Nusa Tenggara Timur, ibukotanya di Kupang
Provinsi Nusa Tenggara Barat, ibukotanya di Mataram

  • Provinsi-provinsi di Pulau Kalimantan dan sekitarnya

Provinsi Kalimantan Barat, ibukotanya di Pontianak
Provinsi Kalimantan Utara, ibukotanya di Tanjung Selor
Provinsi Kalimantan Selatan, ibukotanya di Banjarmasin
Provinsi Kalimantan Tengah, ibukotanya di Palangkaraya
Provinsi Kalimantan Timur, ibukotanya di Samarinda

  • Provinsi-provinsi di Pulau Sulawesi dan sekitarnya

Provinsi Sulawesi Barat, ibukotanya di Mamuju
Provinsi Sulawesi Tengah, ibukotanya di Palu
Provinsi Sulawesi Utara, ibukotanya di Manado
Provinsi Sulawesi Tenggara, ibukotanya di Kendari
Provinsi Gorontalo, ibukotanya di Gorontalo
Provinsi Sulawesi Selatan, ibukotanya di Makassar

  • Provinsi-provinsi di Kepulauan Maluku dan Papua

Provinsi Maluku, ibukotanya di Ambon
Provinsi Maluku Utara, ibukota di Ternate
Provinsi Papua Barat, ibukotanya di Manokwari
Provinsi Papua, ibukotanya di Jayapura
Provinsi Teluk Cendrawasih, ibukotanya di Serui

Problem Based Learning Bisa Tingkatkan Keaktifan Siswa

Siapa sich yg tidak sempat miliki problem didunia ini? Terlihat tidak mungkin ya. Supaya tidak berlarut-larut, Anda mesti mencari jalan keluar untuk menangani problem itu. Tetapi, ada problem dapat juga disikapi dengan bijak. Makin seringkali Anda bertemu dengan problem, makin dewasa serta bijak juga Anda nanti.
Problem Based Learning

Bicara tentang problem, didunia pendidikan ada cara evaluasi masalah based learning (PBL). Biasanya, cara ini juga akan memperkenalkan siswa disuatu masalah yang mempunyai keterikatan dengan materi yang dibicarakan. Lalu, siswa juga akan disuruh supaya mencari jalan keluar untuk merampungkan masalah/problem itu. Terkecuali tersebut, cara ini juga akan tingkatkan kecakapan berperan serta dalam tim. Nah supaya tau apa sih yang dimaksud dengan Problem Based Learning itu ? simak ulasannya dibawah ya.

Problem Based Learning (pembelajaran berbasis masalah) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berfikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. 


Pembelajaran berbasis masalah digunakan untuk merangsang berfikir tingkat tinggi dalam situasi berorientasi masalah, termasuk didalamnya belajar bagaimana belajar. Peran guru dalam pembelajaran berbasis masalah adalah menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan, dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Problem Based Learning merupakan suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah.

Problem Based Learning merupakan proses pembelajaran yang titik awal pembelajaran berdasarkan masalah dalam kehidupan nyata dan kemudian dari masalah ini siswa dirangsang untuk mempelajari masalah ini berdasarkan pengetahuan dan pengalaman baru.

Tujuan Model Pembelajaran Problem Based Learning Departemen Pendidikan Nasional (2003), Pembelajaran berbasis masalah membuat siswa menjadi pembelajar yang mandiri, artinya ketika siswa belajar, maka siswa dapat memilih strategi belajar yang sesuai, terampil menggunakan strategi tersebut untuk belajar dan mampu mengontrol proses belajarnya, serta termotivasi untuk menyelesaikan belajarnya itu.

Dari pengertian ini, dikatakan bahwa tujuan utama pembelajaran berbasis masalah adalah untuk menggali daya kreativitas siswa dalam berpikir dan memotivasi siswa untuk terus belajar. Muslimin Ibrahim (2000:7) Pembelajaran berdasarkan masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa, akan tetapi pembelajaran berbasis masalah dikembangkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan berfikir, pemecahan masalah, dan ketrampilan intelektual, belajar berbagai peran orang dewasa melalui pelibatan mereka dalam pengalaman nyata atau simulasi dan menjadi pembelajar yang mandiri.

Dari pengertian ini kita dapat mngetahui bahwa pembelajaran berbasis masalah ini difokuskan untuk perkembangan belajar siswa, bukan untuk membantu guru mengumpulkan informasi yang nantinya akan diberikan kepada siswa saat proses pembelajaran.

Karakteristik Problem Based Learning PBL memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Belajar dimulai dengan satu masalah,
  • Memastikan bahwa masalah tersebut berhubungan dengan dunia nyata siswa,
  • Mengorganisasikan pelajaran seputar masalah, bukan seputar disiplin ilmu,
  • Memberikan tanggung jawab yang besar kepada siswa dalam membentuk dan menjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri,
  • Menggunakan kelompok kecil,
  • Menuntut siswa untuk mendemonstrasi-kan yang telah mereka pelajari dalam bentuk produk atau kinerja.

Berdasarkan uraian di atas, tampak jelas bahwa pembelajaran dengan model PBL dimulai oleh adanya masalah yang dalam hal ini dapat dimunculkan oleh siswa ataupun guru, kemudian siswa memperdalam pengetahuannya tentang apa yang mereka telah ketahui dan apa yang mereka perlu ketahui untuk memcahkan masalah tersebut. Siswa dapat memilih masalah yang dianggap menarik untuk dipecahkan sehingga mereka terdorong berperan aktif dalam belajar.

Kriteria Pemilihan Bahan Pembelajaran Berbasis Masalah

  • Bahan pelajaran harus mengandung isu-isu yang mengandung konflik yang bisa bersumber dari berita,rekaman,video dan lain sebagainya.
  • Bahan yang dipilih adalah bahan yang bersifat familiar dengan siswa, sehingga setiap siswa dapat mengikutinya dengan baik.
  • Bahan yang dipilih merupakan bahan yang berhubungan dengan kepentingan orang banyak,sehingga terasa manfaatnya.
  • Bahan yang dipilih adalah bahan yang mendukung tujuan atau kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
  • Bahan yang dipilih sesuai dengan minat siswa sehingga setiap siswa merasa perlu untuk mempelajarinya.

Prinsip-prinsip Pembelajaran Problem Based Learning :

A. Belajar adalah proses konstruktif dan bukan penerimaan. Pembelajaran tradisional didominasi oleh pandangan bahwa belajar adalah penuangan pengetahuan ke kepala pembelajar. Kepala pembelajar dipandang sebagai kotak kosong yang siap diisi melalui repetisi dan penerimaan. Pengajaran lebih diarahkan untuk penyimpanan informasi oleh pembelajar pada memorinya seperti menyimpan buku-buku di perpustakaan. Pemanggilan kembali informasi bergantung pada kualitas nomer panggil(call number) yang digunakan dalam mengklasifikasikan informasi. Namun, psikologi kognitif modern menyatakan bahwa memori merupakan struktur asosiatif. Pengetahuan disusun dalam jaringan antar konsep, mengacu pada jalinan semantik. Ketika belajar terjadi informasi baru digandengkan pada jaringan informasi yang telah ada. Jalinan semantik tidak hanya menyangkut bagaimana menyimpan informasi, tetapi juga bagaimana informasi itu diinterpretasikan dan dipanggil. Knowing About Knowing (metakognisi) Mempengaruhi Pembelajaran.

B. Prinsip kedua yang sangat penting adalah belajar adalah proses cepat, bila pebelajar mengajukan keterampilan-keterampilan self monitoring, secara umum mengacu pada metakognisi (Bruer, 1993 dalam Gijselaers, 1996). Metakognisi dipandang sebagai elemen esensial keterampilan belajar seperti setting tujuan (what am I going to do), strategi seleksi (how am I doing it?), dan evaluasi tujuan (did it work?). Keberhasilan pemecahan masalah tidak hanya bergantung pada pemilikan pengetahuan konten (body of knowledge), tetapi juga penggunaan metode pemecahan masalah untuk mencapai tujuan. Secara khusus keterampilan metakognitif meliputi kemampuan memonitor prilaku belajar diri sendiri, yakni menyadari bagaimana suatu masalah dianalisis dan apakah hasil pemecahan masalah masuk akal?

C. Faktor-faktor Kontekstual dan Sosial Mempengaruhi Pembelajaran. Prinsip ketiga ini adalah tentang penggunaan pengetahuan. Mengarahkan pebelajar untuk memiliki pengetahuan dan untuk mampu menerapkan proses pemecahan masalah merupakan tujuan yang sangat ambisius. Pembelajaran biasanya dimulai dengan penyampaian pengetahuan oleh pembelajar kepada pebelajar, kemudian disertai dengan pemberian tugas-tugas berupa masalah untuk meningkatkan penggunaan pengetahuan. Namun studi-studi menunjukkan bahwa pebelajar mengalami kesulitan serius dalam menggunakan pengetahuan ilmiah (Bruning et al, 1995). Studi juga menunjukkan bahwa pendidikan tradisional tidak memfasilitasi peningkatan peman masalah-maslah fisika walaupun secara formal diajarkan teori fisika ( misalnya, Clement, 1990).

Implementasi Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang berorientasi pada kerangka kerja teoritik konstruktivisme. Dalam model PBL, fokus pembelajaran ada pada masalah yang dipilih sehingga siswa tidak saja mempelajari konsep-konsep yang berhubungan dengan masalah tetapi juga metode ilmiah untuk memecahkan masalah tersebut. Oleh sebab itu, siswa tidak saja harus memahami konsep yang relevan dengan masalah yang menjadi pusat perhatian tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang berhubungan dengan ketrampilan menerapkan metode ilmiah dalam pemecahan masalah dan menumbuhkan pola berpikir kritis. PBL dapat dimulai dengan mengembangkan masalah yang:

  • Menangkap minat siswa dengan menghubungkannya dengan isue di dunia nyata;
  • Menggambarkan atau mendatangkan pengalaman dan belajar siswa sebelumnya;
  • Memadukan isi tujuan dengan ketrampilan pemecahan masalah;
  • Membutuhkan kerjasama, metode banyak tingkat (multi-staged method) untuk menyelesaikannya; dan
  • Mengharuskan siswa melakukan beberapa penelitian independent untuk menghimpun atau Memperoleh semua informasi yang relevan dengan masalah tersebut.

Pembelajaran PBL mendasarkan pada masalah, maka pemilihan masalah menjadi hal yang sangat penting. Masalah untuk PBL seharusnya dipilih sedemikian hingga menantang minat siswa untuk menyelesaikannya, menghubungkan dengan pengalaman dan belajar sebelumnya, dan membutuhkan kerjasama dan berbagai strategi untuk menyelesaikannya. Untuk keperluan ini, masalah open-ended yang disarankan untuk dijadikan titik awal pembelajaran. Model pembelajaran berbasis masalah dikembangkan berdasarkankonsep-konsep yang dicetuskan oleh Jerome Bruner.

Tips Cara Memotivasi Agar Semangat Belajar di Sekolah

Apa sih manfaat kita belajar? Buat apa kita belajar? Buat memperoleh nilai? Buat memperoleh pengetahuan? Ketahuilah belajar buat memperoleh pengetahuan itu tambah baik daripada cuma untuk menambah nilai. Tetapi, tak saya pungkiri, nilai penting juga ada, untuk mendaftar sekolah selanjutnya ataupun untuk mencari pekerjaan. Bila kita belajar untuk memperoleh pengetahuan, pelajaran itu bakalan tidak mudah kita lupakan. Belajar untuk memahami, bukanlah menghafal. Walau demikian menghafal juga di butuhkan, menghafal untuk beberapa hal spesifik saja yang perlu untuk di hafal. Saat ini poin-poin yang kita butuhkan adalah motivasi semangat belajar yaitu : 

Tips Cara Memotivasi Agar Semangat Belajar di Sekolah

1. Motivasi

Motivasi semangat belajar mempengaruhi kemauan individu untuk meningkatkan semangat belajar. Orang yang berhasil adalah orang yang mampu mempertahankan semangatnya dikala orang lain kehilang semangatnya. Motivasi utama yang kita butuhkan adalah motivasi yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Positif thinking untuk membaca buku, tanamkan pada diri sendiri bahwa kita yakin bisa memahami materi.

2. Konsentrasi

Konsentrasi penuh ketika guru / dosen sedang menerangkan. Dengarkan dengan baik, bertanyalah hal-hal yang kita belum mengerti, catatlah hal-hal penting, karena dengan mencatat akan lebih mudah diigat daripada yang tidak mencatat. Selain konsentrasi di tempat belajar, kita juga perlu konsentrasi di rumah. Buatlah suasana nyaman untuk belajar, dengan hawa yang tenang, cobalah membuka buku dan baca lah, coba untuk "fokus", jika kalian merasa jenuh, istirahat lah sebentar dengan makan / mendengarkan musik, kemudian ulangi lagi yang kalian pelajari dengan santai, jika kalian tidak paham materi lagi, matikan musik dan jauhkan dari barang-barang yang sekiranya mengganggu, kemudian belajar lagi. 

3. Bergaul dengan orang yang rajin belajar

Nabi Muhammad SAW,bersabda “Sesungguhnya kawan duduk dalam rupa orang yang shalih dan kawan duduk dalam rupa orang yang suka maksiat adalah seumpama tukang minyak wangi dan pandai besi. Tukang minyak wangi boleh jadi akan mencipratkan minyak wangi ke badanmu, atau engkau membeli minyak wangi dari dia, atau engkau mendapatkan bau harum dari dirinya. Adapun pandai besi boleh jadi memercikkan api ke bajumu atau engkau mendapati bau busuk dari dirinya.” (Mutaffaq ‘alaih). Jika kita bergaul dengan orang yang rajin belajar, insaAlloh semangat belajar kita akan naik. Melihat dia belajar, masa kita tidak ?, hal tersebut akan memacu kita untuk lebih dan lebih rajin lagi untuk belajar .

4. Jangan biarkan dinding kamar anda bersih

Tempel kata-kata motivasi semangat belajar dan juga buat target jangaka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Yakinlah bahwa kata-kata motivasi dan tulisan target kita tersebut akan selalu menumbuhkan niat dan tekat kita untuk belajar. Tulislah yang besar dengan hiaslah sesuai dengan selera kalian . Tempel di tempat yang sekiranya sering di lihat.

5. Hargai waktu

Time Lost cannot be found again "Waktu yang hilang tak dapat ditemukan kembali". Pernahkah anda mendengar/membaca kata-kata tersebut? Saya membacanya di Sekolah SMA saya setiap saya berangkat sekolah, lebih tepatnya letaknya berada di atas koridor. Waktu itu penting, jangan pernah sia-siakan waktumu untuk bermalas-malasan. Gunakan waktumu semaksimal mungkin. Kalaupun anda sering insomnia, ikuti kata-kata bang Rhoma Irama "Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya. Begadang boleh saja kalau ada perlunya". Jadi, dari pada begadan yang tidak ada manfaatnya lebih baik istirahatkan badan. Jikalau anda begadanga, cobalah untuk membaca buku, saya tahu ini sulit, tapi apa salahnya mencoba, tidak ada yang sia-sia di dunia ini.

Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS. Al-Zalzalah 7-8)

Itulah artikel tentang cara agar semangat belajar di sekolah, semoga bermanfaaat !

Fungsi Dan Struktur Jaringan Tumbuhan Lengkap Dengan Gambar

Pada kesempatan ini kamusjenius bakal nyediain artikel perihal fungsi dan struktur jaringan tumbuhan. Jaringan tumbuhan sediri terbagi dalam beberapa macam diantaranya jaringan meristem, jaringan dewasa, gabus, mekanik, dan pengangkut. Nah biar sobat kamusjenius lebih paham tentang jaringan tumbuhan beserta fungsinya, simak aja pembahasannya dibawah ini :

Jaringan Tumbuhan

Tumbuhan tersusun atas banyak sel. Sel-sel itu pada tempat tertentu membentuk jaringan. Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama dan terikat oleh bahan antarsel membentuk suatu kesatuan.

Seiring tahap perkembangannya, jaringan penyusun tubuh tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu jaringan meristem dan jaringan dewasa.

1). Jaringan Meristem

Jaringan meristem adalah jaringan yang sel penyusunnya bersifat embrional, artinya mampu secara terus-menerus membelah diri untuk menambah jumlah sel tubuh. Sel meristem biasanya merupakan sel muda dan belum mengalami diferensiasi dan spesialisasi. Ciri-ciri sel meristem biasanya berdinding tipis, banyak mengandung protoplasma, vakuola kecil, inti besar, dan plastida belum matang. Bentuk sel meristem umumnya sama ke segala arah, misalnya seperti kubus.

Berdasarkan letaknya dalam tumbuhan, ada 3 macam meristem, yaitu meristem apikal, meristem lateral, dan meristem interkalar. Meristem apikal terdapat di ujung batang dan ujung akar.

Jaringan Meristem

Meristem interkalar merupakan bagian dari meristem apikal yang terpisah dari ujung (apeks) selama pertumbuhan. Meristem interkalar (antara) terdapat di antara jaringan dewasa, misalnya di pangkal ruas batang rumput. Meristem lateral terdapat pada kambium pembuluh dan kambium gabus.

Berdasarkan asal terbentuknya, meristem dibedakan menjadi meristem primer dan meristem sekunder.

 a. Meristem Primer
Meristem primer adalah meristem yang berkembang dari sel embrional. Meristem primer terdapat misalnya pada kuncup ujung batang dan ujung akar. Meristem primer menyebabkan pertumbuhan primer pada tumbuhan. Pertumbuhan primer memungkinkan akar dan batang bertambah panjang. Dengan demikian, tumbuhan bertambah tinggi.

Meristem primer dapat dibedakan menjadi daerah-daerah dengan tingkat perkembangan sel yang berbeda-beda. Pada ujung batang terdapat meristem apikal. Di dekat meristem apikal ada promeristem dan ujung meristematik lain yang terdiri dari sekelompok sal yang telah mengalami diferensiasi sampai tingkat tertentu.

 Daerah meristematik di belakang promeristem mempunyai tiga jaringan meristem, yaitu protoderma, prokambium, dan meristem dasar. Protoderma akan membentuk epidermis, prokambium akan membentuk jaringan ikatan pembuluh (xilem primer dan floem primer) dan kambium. Meristem dasar akan membentuk jaringan dasar tumbuhan yang mengisi empelur dan korteks seperti parenkima, kolenkima, dan sklerenkima. Tumbuhan monokotil hanya memiliki jaringan primer dan tidak memiliki jaringan sekunder. Pada tumbuhan dikotil terdapat jaringan primer dan jaringan sekunder.

b. Meristem Sekunder
Meristem sekunder adalah meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi (sudah terhenti pertumbuhannya) tetapi kembali bersifat embrional. Contoh meristem sekunder adalah kambium gabus yang terdapat pada batang dikotil dan Gymnospermae, yang dapat terbentuk dari sel-sel korteks di bawah epidermis.

Jaringan kambium yang terletak di antara berkas pengangkut (xilem dan floem) pada batang dikotil merupakan meristem sekunder. Sel kambium aktif membelah, ke arah dalam membentuk xilem sekunder dan ke luar membentuk floem sekunder. Akibatnya, batang tumbuhan dikotil bertambah besar. Sebaliknya batang tumbuhan monokotil tidak mempunyai meristem sekunder sehingga tidak mengalami pertumbuhan sekunder. Itulah mengapa batang monokotil tidak dapat bertambah besar.

2). Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa merupakan jaringan yang terbentuk dari diferensiasi dan spesialisasi sel-sel hasil pembelahan jaringan meristem. Diferensiasi adalah perubahan bentuk sel yang disesuaikan dengan fungsinya, sedangkan spesialisasi adalah pengkhususan sel untuk mendukung suatu fungsi tertentu. Jaringan dewasa pada umumnya sudah tidak mengalami pertumbuhan lagi atau sementara berhenti pertumbuhannya. Jaringan dewasa ini ada yang disebut sebagai jaringan permanen. Jaringan permanen adalah jaringan yang telah mengalami diferensiasi yang sifatnya tak dapat balik (irreversibel). Pada jaringan permanen sel-selnya tidak lagi mengalami pembelahan. Jaringan dewasa meliputi jaringan epidermis, gabus parenkima, xilem, dan floem. Selain itu ada bagian tumbuhan tertentu yang memiliki jaringan kolenkima dan sklerenkima.

a. Epidermis
Jaringan epidermis ini berada paling luar pada alat-alat tumbuhan primer seperti akar, batang daun, bunga, buah, dan biji. Epidermis tersusun atas satu lapisan sel saja. Bentuknya bermacam-macam, misalnya isodiametris yang memanjang, berlekuk-lekuk, atau menampakkan bentuk lain. Epidermis tersusun sangat rapat sehingga tidak terdapat ruangan-ruangan antarsel. Epidermis merupakan sel hidup karena masih mengandung protoplas, walaupun dalam jumlah sedikit. Terdapat vakuola yang besar di tengah dan tidak mengandung plastida.

Jaringan Epidermis

- Jaringan epidermis daun
Jaringan epidermis daun terdapat pada permukaan atas dan bawah daun. Jaringan tersebut tidak berklorofil kecuali pada sel penjaga (sel penutup) stomata. Pada permukaan atas daun terdapat penebalan dinding luar yang tersusun atas zat kuting (turunan senyawa lemak) yang dikenal sebagai kutikula, misalnya pada daun nangka. Selain itu ada yang membentuk lapisan lilin untuk melindungi daun dari air, misalnya pada daun pisang dan daun keladi. Ada pula yang membentuk bulu-bulu halus di permukaan bawah sebagai alat perlindungan, misalnya pada daun durian. Sekelompok sel epidermis membentuk stomata atau mulut daun. Stomata merupakan suatu celah pada epidermis yang dibatasi oleh dua sel penutup atau sel penjaga. Melalui mulut daun ini terjadi pertukaran gas.

- Jaringan epidermis batang
Seperi halnya jaringan epidermis daun, jaringan epidermis batang ada yang mengalami modifikasi membentuk lapisan tebal yang dikenal sebagai kutikula, membentuk bulu sebagai alat perlindungan.

- Jaringan epidermis akar
Jaringan epidermis akar berfungsi sebagai pelindung dan tempat terjadinya difusi dan osmosis. Epidermis akar sebagian bermodifikasi membentuk tonjolan yang disebut rambut akar dan berfungsi untuk menyerap air tanah.

Stomata adalah celah yang terdapat pada epidermis organ tumbuhan. Pada semua tumbuhan yang berwarna hijau, lapisan epidermis mengandung stomata paling banyak pada daun. Stomata terdiri atas bagian-bagian yaitu sel penutup, bagian celah, sel tetangga, dan ruang udara dalam. Sel tetangga berperan dalam perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup yang mengatur lebar celah. Sel penutup dapat terletak sama tinggi dengan permukan epidermis (panerofor) atau lebih rendah dari permukaan epidermis (kriptofor) dan lebih tinggi dari permukaan epidermis (menonjol). Pada tumbuhan dikotil, sel penutup biasanya berbentuk seperti ginjal bila dilihat dari atas. Sedangkan pada tumbuhan rumput-rumputan memiliki struktur khusus dan seragam dengan sel penutup berbentuk seperti halter dan dua sel tetangga terdapat masing-masing di samping sebuah sel penutup.

3). Jaringan Gabus
Jaringan gabus atau periderma adalah jaringan pelindung yang dibentuk untuk menggantikan epidermis batang dan akar yang telah menebal akibat pertumbuhan sekunder. Jaringan gabus tampak jelas pas tetumbuhan dikotil dan Gymnospermae.

Struktur jaringan gabus terdiri atas felogen (kambium gabus) yang akan membentuk felem (gabus) ke arah luar dan feloderma ke arah dalam. Felogen dapat dihasilkan oleh epidermis, parenkima di bawah epidermis, kolenkima, perisikel, atau parenkima floem, tergantung spesies tumbuhannya. Pada penampang memanjang, sel-sel felogen berbentuk segi empat atau segi banyak dan bersifat meristematis. Sel-sel gabus (felem) dewasa berbentuk hampir prisma, mati, dan dinding selnya berlapis suberin, yaitu sejenis selulosa yang berlemak. Sel-sel feloderma menyerupai sel parenkima, berbentuk kotak dan hidup. Jaringan gabus berfungsi sebagai pelindung tumbuhan dari kehilangan air. Pada tumbuhan gabus (Quercus suber), lapisan gabus dapat bernilai ekonomi, misalnya untuk tutup botol.

c. Parenkima
Di sebelah dalam epidermis terdapat jaringan parenkima. Jaringan ini terdapat mulai dari sebelah dalam epidermis hingga ke empulur. Parenkima tersusun atas sel-sel bersegi banyak. Antara sel yang satu dengan sel yang lain terdapat ruang antarsel.

Parenkima disebut juga jaringan dasar karena menjadi tempat bagi jaringan-jaringan yang lain. Parenkima terdapat pada akar, batang, dan daun, mengitari jaringan lainnya. Misalnya pada xilem dan floem.

Selain sebagai jaringan dasar, jaringan parenkima berfungsi sebagai jaringan penghasil dan penyimpan cadangan makanan. Contoh parenkima penghasil makanan adalah parenkima daun yang memiliki kloroplas dan dapat melakukan fotosintesis. Parenkima yang memiliki kloroplas disebut sklerenkima. Hasil-hasil fotosintesis berupa gula diangkut ke parenkima batang atau akar. Di parenkima batang atau akar, hasil-hasil fotosintesis tersebut disusun menjadi bahan organik lain yang lebih kompleks, misalnya tepung, protein, atau lemak. Parenkima batang dan akar pada beberapa tumbuhan berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, misalnya pada ubi jalar (Ipomoea batatas). Ada pula sel parenkima yang menyimpan cadangan makanan pada katiledon (daun lembaga biji) seperti pada kacang buncis (Phaseolus vulgaris).

4). Jaringan Penguat

untuk memperkokoh tubuhnya, tumbuhan memerlukan jaringan penguat atau penunjang yang disebut juga sebagai jaringan mekanik. Ada dua macam jaringan penguat pegat yang menyusun tubuh tumbuhan, yaitu kolenima dan sklerenkima. Kolenkima mengandung protoplasma dan dindingnya tidak mengalami signifikasi. Sklerenkima berbeda dari kolenkima, karena sklerenkima tidak mempunyai protoplasma dan dindingnya mengalami penebalan dan zat lignin (lignifikasi).

1. Kolenkima
Sel kolenkima merupakan sel hidup dan mempunyai sifat mirip parenkima. Sel-selnya ada Yat mengandung kloroplas. Kolenkima umumnya terletak di dekat perukaan dan di bawah epidermis pada batang, tangkai daun, tangkai bunga, dan ibu tulang daun. Kolenkima jarang terdapat pada akar. Sel kolenkima biasanya memanjang sejajar dengan pusat organ tempat kolenkima itu terdapat.

Dinding sal kolenkima mengandung selulosa, pektin, dan hemiselulosa. Dinding sel kolenkima mengalami penebalan yang tidak merata. Penebalan itu terjadi pada sudut-sudut sel, dan disebut kolenkima sudut.

Fungsi jaringan kolenkima adalah sebagai penyokong pada bagian tumbuhan muda yang sedang tumbuh dan pada tumbuhan herba.

2. Sklerenkima
Jaringan sklerenkima terdiri atas sel-sel mati. Dinding sel sklerenkima sangat kuat, tebal, dan mengandung lignin (komponen utama kayu). Dinding sel mempunyai penebalan primer dan kemudian penebalan sekunder oleh zat lignin. Menurut bentuknya, sklerenkima dibagi menjadi dua, yaitu serabut sklerenkima yang berbentuk seperti benang panjang, dan sklereid (sel batu). Sklereid terdapat pada berkas pengangkut, di antara sel-sel parenkima, korteks batang, tangkai daun, akar, buah, dan biji. Pada biji, sklereid sering kali merupakan suatu lapisan yang turut menyusun kulit biji.

Fungsi sklerenkima adalah menguatkan bagian tumbuhan yang sudah dewasa. Sklerenkima juga melindungi bagian-bagian lunak yang lebih dalam, seperti pada kulit biji jarak, biji kenari dan tempurung kelapa.

Jaringan Penguat tumbuhan


5). Jaringan Pengangkut

1. Xilem
Xilem berfungsi untuk menyalurkan air dan mineral dari akar ke daun. Elemen xilem terdiri dari unsur pembuluh, serabut xilem, dan parenkima xilem. Unsur pembuluh ada dua, yaitu pembuluh kayu (trakea) dan trakeid. Trakea dan trakeid merupakan sel mati, tidak memiliki sitoplasma dan hanya tersisa dinding selnya. Sel-sel tersebut bersambungan sehingga membentuk pembuluh kapiler yang berfungsi sebagai pengangkut air dan mineral. Oleh karena pembuluh yang membentuk berkas, maka dikatakan sebagai berkas pembuluh. Diameter xilem bervariasi tergantung pada spesies tumbuhan, tetapi biasanya 20-700 µm. Dinding xilem mengalami penebalan zat lignin.

Trakea merupakan bagian yang terpenting pada xilem tumbuhan bunga, trakea terdiri atas sel-sel berbentuk tabung yang berdinding tebal karena adanya lapisan selulosa sekunder dan diperkuat lignin, sebagai bahan pengikat. Diameter trakea biasanya lebih besar daripada diameter trakeid. Ujung selnya yang terbuka disebut perforasi atau lempeng perforasi. Trakea hanya terdapat pada Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup) dan tidak terdapat pada Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) kecuali anggota Gnetaceae (golongan melinjo).

Bagian trakeid dapat dibedakan dari trakea karena ukurannya lebih kecil, walaupun dinding selnya juga tebal dan berkayu. Rata-rata diameter trakeid ialah 30 µm dan panjangnya mencapai beberapa milimeter. Trakeid terdapat pada semua tumbuhan Spermatophyta. Pada ujung sel trakeid terdapat lubang seperti saringan.

2. Floem
Floem berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Pada umumnya elemen floem disusun oleh unsur-unsur tapis, sel pengiris, serabut floem, sklereid, dan parenkima floem. Unsur utama adalah pembuluh  tapis dan parenkima floem. Parenkima floem berfungsi menyimpan cadangan makanan. Persebaran serabut floem sering kali sangat luas dan berfungsi untuk memberi sokongan pada tubuh tumbuhan.

Pembuluh tapis terdiri atas sel-sel berbentuk silindris dengan diameter 25 µm dan panjang 100-500 µm. Pembuluh tapis mempunyai sitoplasma tanpa inti. Dinding sel  komponen pembuluh tapis tidak berlignin sehingga lebih tipis daripada trakea. Pembuluh tapis adalah pembuluh angkut utama pada jaringan floem. Pembuluh ini bersambungan dan meluas dari pangkal sampai ke ujung tumbuhan.

Inovasi Teknologi di Indonesia Masih Tertinggal

Inovasi pengelolaan Teknologi Tepat Guna (TTG) adalah keniscayaan untuk merampungkan sebagian masalah yang ada di Indonesia. Bila diperkembang dengan baik, TTG dapat tingkatkan pembangunan orang-orang desa. Direktur Jenderal Pembangunan serta Pemberdayaan Orang-orang Desa (PPMD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah terpencil, serta Transmigrasi (Kemendes PDTT) Ahmad Erani Yustika menyampaikan, Indonesia masihlah mesti melakukan perbaikan kwalitas inovasi teknologi tepat guna yang dipunyai.

Inovasi Teknologi di Indonesia Masih Tertinggal

Merujuk pada data Global Inovation Indeks, peringkat Indonesia masihlah ada di posisi 85 dari 135 negara. Tetapi, Indonesia termasuk juga negara yang alami percepatan inovasi dalam soal teknologi tepat guna. Pada 2013, Indonesia termasuk juga negara yang alami percepatan paling tinggi di Indonesia, posisi percepatan inovasi teknologi tepat guna Indonesia telah ada di posisi 31 dari 141, sedang posisi teknologinya masihlah ada di posisi 77 dari 144 negara yang disurvei, katanya.

Berdasar pada Global Inovation Indeks, Erani lihat, ada harapan besar kalau inovasi di Indonesia begitu melimpah. Kelak inovasi pas manfaat dapat jadi bhs baru ke depan. Yang memastikan produktivitas ekonomi ke depan bukanlah lagi terdapat pada SDM serta Modal social, walau demikian juga kian lebih segi inovasi serta tehnologi pas manfaat, paparnya. Ada dua masalah pokok dalam sistem pengembangan inovasi tehnologi tepat guna di Indonesia, yang perlu selekasnya dikerjakan. Pertama, tehnologi di Indonesia belum jadi gosip paling utama. Hal itu dapat diliat dari biaya untuk kebutuhan reseach serta development yang masihlah rendah.

Hingga hari ini mesti disadari dengan jujur, belum mengarusutamakan tehnologi, kita masihlah membuat masalah yang menghadap pada gosip keperluan pokok, dari APBN masihlah kurang dari 2%, dari segi ini, biaya serta insentif belum diperoleh, kata Erani. Masalah ke-2, lanjut dia, terdapat pada lingkungan bisnis di Indonesia. Penemuan tehnologi di negara lain memperoleh sokongan kuat pihak swasta, yaitu dunia bisnis. Di Indonesia reseach serta inovasi semakin banyak disokong pemerintah, lingkungan bisnis seperti ini butuh dirubah. Nyaris semuanya pelaku inovasi di Indonesia masihlah takut untuk ditiru.

Erani menyatakan, orang-orang desa mesti jadikan inovasi tehnologi jadi mainset untuk menyokong kebutuhan sosial. Desa kita menginginkan menerjemahkan inovasi tehnologi jadi mainset, kita telah sangat lama tak menyentuh inovasi tehnologi. Grup innovator ini sesungguhnya yaitu grup paling elit di bangsa ini, tandasnya.