Pengertian, Jenis dan Ciri-Ciri Pantun Menurut R.O. Winstedt

Advertisement
Advertisement
Pantun yaitu type puisi lama punya budaya asli Indonesia. Kata pantun datang dari akar kata "tun" dalam bhs Kawi (Jawa Kuno), bermakna tuntun-atuntun, dalam bhs Indonesia bermakna mengatur. Jadi, bisa diambil kesimpulan bahwa arti kata pantun yaitu sama juga dengan ketentuan atau susunan. Pengertian pantun itu searah dengan pendapat yang disampaikan oleh seseorang pengkaji Budaya Melayu bernama R.O. Winsted yang menyebutkan bahwa "pantun tidaklah sebatas gubahan kalimat yang memiliki rima serta irama, namun adalah rangkaian kata yang indah untuk melukiskan kehangatan cinta, kasih sayang, serta rindu dendam penuturnya. Dengan kata lain, pantung memiliki kandungan inspirasi yang kreatif serta gawat dan padat kandungan maknanya. 

Pengertian, Jenis dan Ciri-Ciri Pantun Menurut R.O. Winstedt

Ciri-ciri pantun dapat dilihat berdasarkan bentuknya. Ciri-ciri ini tidak boleh diubah. Jika diubah, pantun tersebut akan menjadi seloka, gurindam, atau bentuk puisi lama lainnya. Ciri-ciri pantun adalah sebagai berikut:
    Tiap bait terdiri atas empat baris (larik).
    Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.
    Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.
    Baris pertama dan kedua merupakan sampiran.
    Baris ketiga dan keempat merupakan isi.
Jenis-jenis pantun dapat dikelompokkan berdasarkan isinya. Jenis-jenis pantun tersebut antara lain sebagai berikut:
-  Pantun anak-anak, yang terdiri dari pantun bersuka cita dan pantun berduka cita
- Pantun Orang Muda, yang terdiri dari; pantun berkenalan, pantun berkasih-kasihan, pantun perceraian, pantun beriba hati, pantun nasib/dagang.
- Pantun orang tua, yang terdiri dari; pantun nasihat, pantun adat, pantun agama.
- Pantun Jenaka
- Pantun teka-teki.

Artikel Terkait