Pengertian Konduksi, Konveksi, Radiasi Dengan Contohnya

Advertisement

Advertisement

Pengertian konduksi merupakan perpindahan kalor lewat zat penghantar tanpa ada dibarengi perpindahan bagian-bagian zat itu. Perpindahan kalor lewat cara konduksi biasanya berlangsung pada zat padat. Satu zat bisa menghantar kalor dimaksud konduktor, seperti beragam type logam. Sedang zat penghantar kalor yang jelek dimaksud isolator, biasanya benda-benda non logam. Contoh konduksi yaitu memanaskan batang besi diatas nyala api. Jika salah satu ujung besi dipanaskan, lalu ujung yang lain dipegang, jadi makin lama ujung yang dipegang makin panas. Hal semacam ini tunjukkan bahwa kalor atau panas beralih dari ujung besi yang dipanaskan ke ujung besi yang dipegang. 

Pengertian Konduksi, Konveksi, Radiasi Dengan Contohnya

Pengertian konveksi merupakan perpindahan kalor lewat zat penghantar yang disertai dengan perpindahan bagian-bagian zat tersebut. Pada umumnya zat penghantar yang digunakan berbentuk zat cair serta gas. Kalor berpindah dikarenakan adanya aliran zat yang dipanaskan akibat adanya perbedaan massa jenis (berat jenis). Massa jenis bagian yang dipanaskan lebih kecil daripada massa jenis bagian zat yang tidak dipanaskan. Contoh konveksi adalah memanaskan air dalam panci hingga mendidih. Peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan konveksi kalor adalah terjadinya angin darat dan angin kalor.

Pengertian radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara. Pancaran kalor hanya terjadi dalam gas atau ruang hampa, misalnya penghantaran panas matahari ke bumi melalui ruang hampa udara. Alat yang digunakan untuk mengetahui adanya pancaran kalor yang dinamakan termoskop. Termoskop diferensial dipakai untuk menyelidiki sifat pancaran berbagai permukaan. Contoh radiasi adalah perpindahan panas dari cahaya matahari ke bumi. Radiasi kalor juga dapat terjadi pada lampu pijar listrik yang sedang menyala dan api unggun yang sedang menyala. Pada saat kita berada di sekitar api unggun yang sedang menyala, tubuh kita terasa hangat karena adanya radiasi kalor yang dipancarkan oleh api unggun.

Artikel Terkait