Inovasi Teknologi di Indonesia Masih Tertinggal

Advertisement

Advertisement

Inovasi pengelolaan Teknologi Tepat Guna (TTG) adalah keniscayaan untuk merampungkan sebagian masalah yang ada di Indonesia. Bila diperkembang dengan baik, TTG dapat tingkatkan pembangunan orang-orang desa. Direktur Jenderal Pembangunan serta Pemberdayaan Orang-orang Desa (PPMD) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah terpencil, serta Transmigrasi (Kemendes PDTT) Ahmad Erani Yustika menyampaikan, Indonesia masihlah mesti melakukan perbaikan kwalitas inovasi teknologi tepat guna yang dipunyai.

Inovasi Teknologi di Indonesia Masih Tertinggal

Merujuk pada data Global Inovation Indeks, peringkat Indonesia masihlah ada di posisi 85 dari 135 negara. Tetapi, Indonesia termasuk juga negara yang alami percepatan inovasi dalam soal teknologi tepat guna. Pada 2013, Indonesia termasuk juga negara yang alami percepatan paling tinggi di Indonesia, posisi percepatan inovasi teknologi tepat guna Indonesia telah ada di posisi 31 dari 141, sedang posisi teknologinya masihlah ada di posisi 77 dari 144 negara yang disurvei, katanya.

Berdasar pada Global Inovation Indeks, Erani lihat, ada harapan besar kalau inovasi di Indonesia begitu melimpah. Kelak inovasi pas manfaat dapat jadi bhs baru ke depan. Yang memastikan produktivitas ekonomi ke depan bukanlah lagi terdapat pada SDM serta Modal social, walau demikian juga kian lebih segi inovasi serta tehnologi pas manfaat, paparnya. Ada dua masalah pokok dalam sistem pengembangan inovasi tehnologi tepat guna di Indonesia, yang perlu selekasnya dikerjakan. Pertama, tehnologi di Indonesia belum jadi gosip paling utama. Hal itu dapat diliat dari biaya untuk kebutuhan reseach serta development yang masihlah rendah.

Hingga hari ini mesti disadari dengan jujur, belum mengarusutamakan tehnologi, kita masihlah membuat masalah yang menghadap pada gosip keperluan pokok, dari APBN masihlah kurang dari 2%, dari segi ini, biaya serta insentif belum diperoleh, kata Erani. Masalah ke-2, lanjut dia, terdapat pada lingkungan bisnis di Indonesia. Penemuan tehnologi di negara lain memperoleh sokongan kuat pihak swasta, yaitu dunia bisnis. Di Indonesia reseach serta inovasi semakin banyak disokong pemerintah, lingkungan bisnis seperti ini butuh dirubah. Nyaris semuanya pelaku inovasi di Indonesia masihlah takut untuk ditiru.

Erani menyatakan, orang-orang desa mesti jadikan inovasi tehnologi jadi mainset untuk menyokong kebutuhan sosial. Desa kita menginginkan menerjemahkan inovasi tehnologi jadi mainset, kita telah sangat lama tak menyentuh inovasi tehnologi. Grup innovator ini sesungguhnya yaitu grup paling elit di bangsa ini, tandasnya.

Artikel Terkait